Target Serap Gabah Petani

Target Serap Gabah Petani

Percepat Sergap Pada kesempatan berbeda, Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjelas kan penurunan harga gabah ka rena beberapa faktor. Di anta ranya, kondisi panen padi yang melimpah dan pengaruh iklim. “Dari Oktober 2016 sampai Januari 2017, luas tanam lebih besar dari tahun kemarin. Sam pai Januari, surplus 485.330 ha dikali 5 ton GKG/ha sudah 2,4 juta GKG,” papar Gatot berda sarkan data per 22 Februari 2017. Selanjutnya, luas tanam November 2016 yang mencapai 2,069 juta ha akan dipanen pada Maret ini. Jadi, akan ada penambahan produksi lebih dari 10 juta ton GKG. Lebih lanjut Gatot memperkirakan, produksi beras pada Januari hingga Juni tahun ini mencapai 30,05 juta ton, sedangkan konsumsi sebesar 2,6 juta ton/bulan. Mentan Amran Sulaiman pun mengakui ada 41 kabupaten yang melaporkan kondisi harga gabah di bawah HPP. Menilik kondisi tersebut, pihaknya menargetkan percepatan serap gabah petani (sergap) sebanyak 5,46 juta ton beras atau setara 8,60 juta ton GKG dalam kurun enam bulan sepanjang Maret-Agustus 2017.

Amran menjelaskan, kegiatan sergap yang melibatkan Bulog dan mitra Bulog, pemerintah daerah, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini akan dievaluasi setiap hari agar sergap tercapai. “Kita evaluasi harian. Berapa serap an harian, berapa masuk sore, dan berapa (beras) yang keluar pagi harinya,” ujar pria asal Sulsel ini. Selain itu, Mentan juga me minta Bulog tetap menyerap gabah petani dengan harga Rp3.700/kg. “Dulu kadar air 20% kita naikkan jadi 25%, itu sudah sangat membantu pe tani Indonesia. Jadi, GKP tetap Rp3.700/kg tapi kadar air kita naikkan,” katanya. Mitra Bulog Djarot Kusumayakti, Dirut Perum Bulog menyatakan, pihaknya siap melakukan percepatan sergap. “Bulog berkomitmen melaksa nakan seluruh perintah regulator dalam penyerapan gabah dan beras. Kami mempersiapkan pergu dangan, menambah tenaga di lapangan,” tandasnya. Meski mengakui dari 50 unit fasilitas pengering, hanya 36 unit yang aktif beroperasi, sedangkan selebihnya rusak. Wahyu Suparyono, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog menegaskan, Bulog akan bekerja sama dengan BUMN, seperti PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri, swasta besar, hingga gabungan kelompok tani (gapoktan) yang memiliki dryer untuk mencukupi fasilitas pengering.

Bulog juga menyewa gudang swasta untuk penyiapan fasilitas penyimpanan stok beras. Di sisi lain, TNI akan melakukan pengawalan pembelian gabah di level petani sesuai HPP. “Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima Rp2.800/kg. Saya minta kodim agar membeli gabah langsung dari petani dan bila perlu disimpan di kodim kalau nggak ada tempat penampungan lagi,” tandas Panglima TNI AD, Gatot Nurmantyo. Ia bahkan menilai melemahnya harga gabah sebagai ancaman bangsa. “Mari sama-sama kita bela petani. Satu-satunya cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bagus dan mengecilkan kesenjangan ya di pertanian,” pungkas sang Jenderal.